Tuesday, May 24, 2011

Tidak bangga lagi mengibarkan bendera merah putih

http://pknsman1sbw.files.wordpress.com/2010/08/bendera.jpg
Masih ingatkah kalian semua dengan benda yang satu ini...??? atau jangan-jangan kalian sudah lupa kalau benda ini ada...???

Selama gw hidup di jakarta, gw ga pernah melihat ada gerombolan bermotor yang dengan bangga membawa bendera merah putih berukuran besar dan konfoy berkeliling kota... yang ada malah orang-orang yang membawa atribut-atribut ormas dan parpol dengan pongahnya seakan jalanan adalah milik mereka dan kelompoknya berkeliaran dengan bangganya membawa bendera ormas atau parpol mereka masing-masing...

Apakah membawa bendera ormas dan parpol yang sarat kepentingan-kepentingan petingginya jauh lebih membanggakan untuk kalian daripada membawa bendera Merah Putih yang menjadi simbol perjuangan para pejuang kita dulu...??? simbol persatuan negara kita...

tidak heran jika jiwa brutal, anarkis, dan perpecahan semakin mengental belakangan ini... Karena terlalu banyak "bendera" yang berkibar di negara yang kita cintai ini... dengan tulisan ini, gw mengajak agan-agan sekalian agar lebih bangga mengusung Bendera kita... Bendera merah putih... jangan hanya dipasang ketika bulan agustus menjelang... dan menghilang setelah hari proklamasi berakhir...

MARI KITA PASANG BENDERA KEBANGGAAN KITA INI DIKENDARAAN YANG KITA GUNAKAN...!!! SELALU...

MERDEKA...!!!

Friday, March 11, 2011

Pelajaran yang bisa gw ambil

Setelah tragedy hilangnya helm kesayangan, gw bisa belajar banyak hal… memang sakitnya tidaklah sesakit saat saya tidak sengaja merusak tanduk dari salah satu gundam koleksi saya… tapi dari sinilah saya sadar… diluar sana masih banyak orang-orang yang menilai Rp170.000 untuk sebuah helm adalah harga yang mahal… inilah yang membuat gw enggak merasa panic sama sekali… disini gw merasa… gw sangat beruntung… gw masih bisa menilai sebuah helm seharga itu adalah harga yang wajar… gw masih bisa makan dengan rejeki yang saudara muslim sebut sebagai rejeki halal… gw bisa meringankan keuangan orang tua dengan tidak lagi meminta uang saku bulanan… dan yang paling penting, gw jadi bersyukur… gw sudah memiliki pekerjaan tetap… tidak seperti saudara kita yang kurang beruntung yang harus mencuri helm untuk bertahan hidup…

Pelajaran berikutnya yang saya petik adalah, buka diri, dengarkan kata hati… karena kata hati enggak pernah bohong…

Pelajaran terakhir yang gw dapet dari hari “Sial” tersebut adalah, jangan mengeluh saat menerima pekerjaan… karena pekerjaan akan terasa sangat berat jika kita menganggapnya berat… dan pekerjaan akan terasa ringan jika kita menilai pekerjaan itu bukanlah apa-apa… :beer:

Pengalaman Berharga

Setelah sekianlama akhirnya saya putuskan untuk lebih aktif lagi menulis di media ini :yahoo

Saya rasa, disinilah tempat yang tepat untuk curhat pada orang lain tapi tidak terasa seperti mencari dukungan atau pembenaran…

Oke… Tulisan pertama di 2011 adalah tentang pelajaran yang gw dapat kemarin… Semua berawal dari pagi hari yang aneh… hari pertama gw “mencoba” untuk mengendarai sepeda ke tempat kerja atau munkin lebih dikenal dengan istilah “Bike To Work”… dimulai dengan bangun yang lebih pagi dari hari biasanya, proses packing pakaian kantor dan alat-alat mandipun dimulai… tepat pukul 6.45 mulailah perjalanan perdana sepeda putih itu… tapi ada yang aneh dengan pedal sepeda itu… tapi tidak saya hiraukan… padahal hati kecil sudah berkata “Lex, mending lu balik sekarang, ambil motor, terus bawa motor aja ke kantor… toh nanti sore lu harus ke kampus…” tapi kaki ini terus ingin mengayuh sepeda itu… tak sampai 200 meter dari tempat kost, benarlah apa yang saya takutkan terjadi… Pedal sepeda yang saya tunggangi copot… panic bukan kepalang… ternyata mur yang memegang pedal sepeda itu sudah raib… spontan mata ini mengarah ke jam tangan digital yang saya gunakan saat itu… jam sudah menunjukkan pukul 6.55...terpaksa saya harus memapah sepeda putih itu kembali ke hanggarnya… akhirnya, jadilah berangkat dengan sepeda bermotor untuk mengejar waktu absensi yang sudah ditetapkan pada pukul 7.30… jika sampai terlambat, habislah saya… selain penilaian atasan akan turun, pendapatanpun akan dipotong sesuai poin keterlambatan :berduka…

Oke… skip… akhirnya sampailah di kantor… di kursi coklat yang gw namai “Baron”… dimana sudah tercetak bentuk PW duduk saat kerja… petaka mulai terjadi… ternyata hari itu saya berkesempatan menjadi pelaksana tunggal… sebutan yang saya buat untuk seseorang yang menjabat sebagai pelaksana di suatu subdirektorat dimana saat hari itu hanya dialah pelaksana yang tersisa di unitnya… benar saja… pekerjaan dari berbagai penjuru berdatangan… Panik… dititik ini gw sudah mulai merasa “This is not your day lex…”

Skip… tibalah waktu menunjukkan pukul 17.00…. ada dua perintah pekerjaan yang belum terselesaikan… namun karena bos sudah cabut duluan, gw putuskan untuk menyusul 10 menit kemudian… sampailah saya di kost tepat pukul 17.30… disini hati kecil kembali berbicara… “lex, mending lu benerin sepeda sekarang, terus lo berangkat ke kantor naik sepeda saja…” tapi gw denied lagi… berangkatlah ke kampus dengan motor tepat pukul 18.00…

Seperti biasa… sampai di kampus tercinta… yah… mungkin sementara ini bisa disebut “tercinta” karena disinilah satu-satrunya tempat gw bisa sedikit bebas dari rutinitas kantor… seperti biasa motor gw parker di pojokan… dibawah pohon yang enggak terlalu rindang, tapi cukup meyakinkan untuk bisa menahan air hujan. Helm gw taruh di atas sepion motor… “kembali hati kecil berbicara “lex, kunci aja helmnya…” tapi gw sangkal lagi… akakakakakak… bandel juga gw…

Skip lah untuk kuliah yang cukup “menyenangkan” karena mendengarkan orang curhat… :ngakak… sampailah di parkiran tempat motor gw terparkir… dari kejauhan sudah terasa ada yang salah dengan apa yang saya lihat… benar saja… helm putih yang dulu saya belikan untuk pacar raib digondol maling… tapi aneh… saya benar2 tidak merasa panic… seakan-akan saya sudah tau itu akan terjadi… memang sih kalo dari segi harga tidaklah seberapa… tapi jika tanpa helm saya tidak berani untuk pulang… tidak terbisa mengendarai motor tanpa pengaman yang satu ini…

Akhirnya saya beranikan diri untuk melanggar edikit peraturan lalulintas yang ada… dan raiblah kocek 80ribu rupiah untuk helm baru… T.T

Disinilah saya belajar banyak hal… next post…